Rahasia Dr. Zakir Naik Mendidik Anaknya Menjadi Pendakwah Internasional

Posted on: April 6, 2017, by :
Rahasia Zakir Naik

Dr. Zakir Naik merupakan tokoh yang sangat berpengaruh dalam perkembangan islma dunia saat ini, bagaiamana tidak beliau yang di akui sebagai ulama yang ahli dalam perbandingan agama sudah mengislamkan beribu orang yang awalnya meragukan islam. Cara yang beliau lakukan adalah dengan menyampaikan islam dengan hikmah melalui ceramah yang sering berkonsep debat. Bagi beliau Dakwah merupakan profesi terbaik di dunia sehingga membuat beliau ingin menjadikan semua putra putrinya menjadi seorang pendakwah.

Dalam sebuah safari dakwahnya ketika berkunjung ke Malaysia beliau di tanya oleh seorang murid yang bernama Ajana Binti Najwi Hisham seorang murid dari sekolah Permata Iman.

Pertanyaannya adalah “Bagaimana Anda menjadikan putrimu menjadikan seorang pendakwah internasional, padahal orang-orang menganggap bahwa seorang perempuan ini dilabeli dengan lemah dan rapuh ?

Dalam kesempatan ini Dr. Zakir Naik membuka rahasianya yang selama ini dia gunakan dalam mendidik anaknya sehingga bisa menjadi hebat seperti sekarang ini, sebenarnya bukan hanya dalam mendidik anaknya tapi juga semua muridnya yang ada di sekolah beliau.

Zakir Naik mengatakan bahwa kewajiban setiap muslim untuk melakukan dakwah, hal ini berdasarkan bunyi Al-Qur’an dalam surat Al-Ashr ayat 1-3;

وَالْعَصْرِ (١) إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (٢) إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (٣

1. Demi masa
2. Sungguh, manusia berada dalam kerugian,
3. kecuali orang-orang yang beriman, dan mengerjakan amal saleh, serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.

Dari ayat tersebut menyebutkan bahwa minimal ada 4 syarat yang diperlukan agar manusia manapun bisa masuk surga

1. Iman
2. Amal shaleh
3. Menasehari supaya menaati kebenaran / dakwah

4. Menasehati supaya bersabar

Jadi berdasarkan surat Al-Ashr di atas, jika ada salah satu yang tidak terpenuhi, kamu tidak akan masuk surga, walaupun kamu mungkin muslim yang sangat baik, kamu melakukan shalat 5 waktu, kamu mengkin berhaji, kamu mungkin puasa di bulan Ramadhan dan lain sebagainya. Tapi jika kamu tidak melakukan dakwah, berdasarkan surat Al-Ashr kamu tidak akan masuk surga. Namun, kalapun hanya dakwah saya juga tidak bisa, keempatnya harusterpenuhi.

Jadi setiap muslim setidaknya harus menjadi Da’i paruh waktu, ini wajib. Dalam Al-Quran surat Ali Imran ayat 104 yang artinya “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung”. Disini Allah berfirman tentang Da’i penuh waktu, sebagaimana ada dokter yang full time, insyiur, pengacara, pebisnis full time.

Kemudian Zakir Naik mengatakan bahwa dirinya, telah selesai kuliah kedokteran, dan memilih menjadi dokter karena awalnya dia berpikir dokter adalah profesi terbaik di dunia. Tapi setelah dirinya bertemu dengan Syekh Ahmad Deedat, beliau menyadari bahwa Da’i  adalah profesi yang lebih baik. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat fussilat ayat 33 “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?“.

Baca Juga : Membuka Sisi Magic Dr. Zakir Naik

Ketika Zakir Naik menyadari bahwa Da’i jauh lebih unggul daripada seorang dokter, beliau berubah dari dokter tubuh menjadi dokter rohani. Beliau mengatakan bahwa hal ini merupakan keinginan ibunya sehingga aku menjadi seperti Dr. Cris Barnard. Dr. Cris Barnad adalah kardiologis pertama, ahli jantung yang pertama kali melakukan transplatasi jantung.

Ketika beliau bertanya kepada ibunya setelah bertemu Syekh Deedat yang berasal sari Afrika Selatan
“Apakah kamu ingin aku menjadi seperti Syekh Deedaat atau Chris Branard?
Ibunya menjawab : “Kedua-dua nya”

Kemudian ketika Zakir Naik sudah terlibat dalam bidang dakwah dan beliau mencoba untuk bertanya lagi dengan pertanyaan yang sama;

“Apakah kamu ingin aku menjadi seperti Syekh Deedaat atau Chris Branard?

Ibunya menjawab : “Aku bisa mengorbankan seribu Dr. Crish Barnard untuk seorang Syekh Deedat”

Lantas bagaimana Zakir Naik menjadikan putrinya sebagai pendakwah berkelas internasional?,

Zakir Naik mengatakan ketika dia mendirikan sekolah di Bombay, di mana sekolah tersebut merupakan sekolah edukasi dunia akhirat. Ketika anak-anak belajar di sekolah ini, kami memberikan mereka edukasi untuk dunia akhirat. Dari playgroup kami mengajarkan anak itu bahasa arab dan inggris dan kami juga mengajarkan bahasa lokal lainnya seperti Hindi, Urdu dan  Marathi. Dengan 2 bahasa yang mereka kuasai membuat mereka sangat kuat, dimana bahasa international adalah bahasa inggris dan bahasa Qur’an adalah bahasa arab.

Ketika mereka kelas 5, mereka telah paham qur’an, Mereka yang memilih hifz menjadi hafidz saat mereka kelas 5 Dan ketika mereka mencapai kelas 9 atau 10 mereka bisa menerjemahkan sebagian besar Qur’an. selain itu, Kebugaran fisik adalah wajib bagi murid kami, setiap murid baik pria atau wanita saat mereka kelas 6 mereka harus siudah sabuk hitam dalam bela diri.

Hal tersebut sudah terlebih dahulu beliau terapkan ke anak-anaknya, Ketiga anak Zakir Naik . semuanya hafal quran, Masya Allah. Kedua putriku dan putraku pemegang sabuk hitam, pemegang sabuk hitam dalam bela diri dan mereka bisa berbahasa arab dan inggris

Zakir Naik mengatakan bahwa sejak kecil beliau sudah mengajarkan cara berbicara di hadapan public dari umur 4 tahun, dari masih balita kami mengajarkan anak-anak cara berbicara di hadapan penonton

sehingga ketika anak-anak kami berumur 5-7  kamu bisa lihat mereka di peace TV, mereka ceramah di depan ribuan orang, mereka tidak demam panggung.

Di sekolahnya, terdapat banyak variasi murid dimana ada murid dengan IQ 79 dan ada juga murid dengan IQ 150. Dan kami memastikan melatih mereka mendakwah agama. Namun, ada hal aneh yang terjadi banyak orang tua yang memutuskan anaknya untuk menjadi pendakwah agama ketika mereka sudah gagal di sekolah, ini sangat di sayangkan. Mereka lebih memilih menjadikan anaknya menjadikan seorang dokter jika anaknya termasuk anak cerdas. Padahal kalau kita yakin dengan perkataan Zakir Naik bahwa Da’i adalah profesi terbaik maka kita harus menyiapkan anak terbaik yang kta punya untuk menjadi profesi terbaik bukan sebaliknya.

Di sekolah yang didirikannya Zakir Naik memiliki program pelatihan dakwah, dimana mereka tidak hanya diajarkan tentang Qur’an dan Hadist. Banyak muridnya mendapat gelar dari inggris, yaitu Universitas Cambridge. Hal tersebut beliau sebutkan supaya kami tidak di bilang ini gelar india atau muslim, ini dari Cambridge. Cambridge adalah yang paling diterima di dunia, dengan Cambridge kamu punya hak masuk level A kemanapun di dunia. Selain itu, di sekolahnya, Kami juga mengajarkan syariah Fiqh, Bible, Wedha,  dan kami ajarkan mereka caranya berbicara dengan non-muslim dengan hikmah. KarenaSekarang penelitian membertahu kita bahwa ketika seseorang bicara di public materi yang disampaikan hanya 7%, keahlian mempresentasi 93%. Tapi tentu saja, dalam islam yang wanita berceramah kepada audien wanita,Tapi pria bisa ke semua.

Oleh karena itu, Jika kita ingin menjadikan anak kita menjadi seorang Da’i maka hal pertama yang harus kita lakukan adalh memilih pasangan hidup yang berprofesi Da”i atau yang mencintai Dakwah. Namun, jika kita sudah menikah alias sudah terlanjut maka lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, masukkanlah anakmu ke sekolah yang memiliki visi tersebut. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita dalam mendidik anak kita supaya menjadi seorang Da’i layaknya anak-anak Dr. Zakir Naik.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *