Cara Mereka Menghancurkan Sebuah Peradaban Bangsa [ Pandangan Jared Diamond ]

Posted on: April 6, 2017, by :
Jared Diamond
Peradaban sering digunakan sebagai persamaan yang lebih luas dari istilah “budaya” yang populer dalam kalangan akademis.Di mana setiap manusia dapat berpartisipasi dalam sebuah budaya, yang dapat diartikan sebagai “seni, adat istiadat, kebiasaan … kepercayaan, nilai, bahan perilaku dan kebiasaan dalam tradisi yang merupakan sebuah cara hidup masyarakat”. (sumber : Wikipedia)

Berbicara tentang peradaban maka tidak bisa terlepas dari element penting di dalamnya yaitu manusia karena peradaban menunjuk pada hasil-hasil kebudayaan manusia  dan kebudayaan merupakan keseluruhan dari budi daya manusia, baik cipta, karsa, dan rasa. Dalam hal ini kita melihat bahwa manusia adalah makhluk beradab dan masyarakat beradab. Konsep masyarakat adab berasal dari konsep civil society, dari asal kata cociety civilis.istilah masyarakat adab dikenal dengan kata lain masyarakat sipil, masyarakat warga, atau masyarakat madani. Pada mulanya, civil society berasal dari dunia barat. Adalah datao answar ibrahim(mantan wakil perdana mentri malaysia)yang pertama kali memperkenalkan istilah masyarakat madani sebagaia istilah lain dari civil society. Nurcholish madjid mengindonesiakan civil society (inggris) dengan masyarakat madani. Oleh banyak kalangan, istilah civil society dapat diterjemahkan dalam bahasa indonesia dengan berbagai istilh antara lain :

1.  Civil society diterjemah dengan istilah masyrakat sipil, civil artinya sipil sedangkan society artnya masyarakat.
2. Civil society diterjemahkan dengan masyarkat beradap atau keberadaban, ini merupakan terjemahan dari civilizet(beradab) dan society (masyarakat) sebagai lawan dari masyarakat yang tidak beradab(uncivilzet society).
3. Civil society diterjemahkan sebagai masyarakat madani. Kata madani merujuk  pada kata madinah, kota tempat kelahiran nabi muhamad saw. Madinah berasal dari kata madaniyah yang berati peradaba.
4.  Civil society diartikatikan masyarakat kota. Dal ini dikarnakan madinah adalah sebuah negara kota (city-state) yang mengigakan kita kepada polis dizaman yunani kuno . masyarakat kota sebagai model masyarakat  beradab.
5.  Civil society diterjemahkan sebagai masyarakat warga atau kewarganegaraan. Masyarakat disini adalah pengelompokan masyarakat yang bersifat otonom dari negara. Nurcholis majid menyebut masyarakat madani sebagai masyarakat yang  berkadaban memiliki ciri-ciri, antara lain egalitarianisme, menghargai prestasi, keterbukaan, penegakan hukum dan keadilan. Toleransi dan pluralisme, serta keterbukaan dan penegakan hukum dan keadilan, toleransi dan pluralisme, serta musyawarah. Muhamad A.S. Hikam (1990) didalam bukunya demokrasi dan civil society memberikan defenisi civil society sebagai wilayah kehidupan sosial yang terorganisasi dan bercirikan antaralain bersukarelaan (Voluntari), keswasembedaan (self generating), keswadayaan (self sporting), kemandirian yang tinggi berhadapan dengan negara, dan keterikatan dengan norma atau nilai hukum yang diikuti oleh warganya.

Dalam  sebuah pidota Jared Diamod  di TED Talk tahun 2008 silam, dia menyatakan banyak hal terkait kenapa sebuah peradaban bangsa bisa hancur, Jared memberikan dua contoh kenapa peradaban sangat sangat mungkin runtuh adalah
1. Di mana ada konflik antara kepentingan jangka pendek, kepentingan elit pembuat keputusan, dan kepentingan jangka panjang masyarakat secara keseluruhan, terutama bila para elitnya dapat memisahkan diri mereka dari konsekuensi tindakan mereka. Di mana kepentingan jangka pendek para elit berdampak buruk bagi masyarakat, ada resiko besar para elit akan melakukan hal yang menyengsarakan masyarakat pada jangka panjang. Contohnya, di antara Norse Greenland, masyarakat yang kompetitif yang diinginkan kepala suku adalah lebih banyak pengikut, domba, dan sumber daya untuk mengalahkan kepala suku tetangga. Hal itu membuat kepala suku melakukan sesuatu yang disebut flogging: menggembalakan terlalu banyak ternak, memaksa penyewa tanah untuk jadi tergantung. Hal itu membuat dalam jangka pendek para kepala suku jadi kuat, tapi berujung runtuhnya masyarakat dalam jangka panjang.
2. Kemudian Jared melanjutkan bahwa Isu konflik kepentingan yang sama adalah masalah akut di Amerika Serikat sekarang. Terutama karena para pembuat keputusan di Amerika Serikat seringkali dapat memisahkan diri mereka dari konsekuensi dengan cara tinggal di rumah berpagar tinggi, minum air dalam kemasan dan sebagainya. Dalam beberapa tahun terakhir, jelas sekali kaum elit di dunia bisnis memandang bahwa mereka dapat mengembangkan kepentingan jangka pendek mereka dengan melakukan hal-hal yang baik bagi mereka tapi buruk bagi masyarakat, seperti menyedot beberapa miliar dolar dari Enron dan bisnis lain. Mereka cukup benar bahwa hal-hal itu baik bagi mereka dalam jangka pendek, meskipun buruk bagi masyarakat dalam jangka panjang. Jadi, satu kesimpulan umum tentang mengapa peradaban mengambil keputusan buruk: konflik kepentingan.
Dalam Pidato tersebut Jared juga mengatakan bahwa sulit bagi masyarakat untuk membuat, keputusan baik ketika ada konflik yang menyangkut nilai yang dipegang teguh, yang baik dalam banyak keadaan tapi buruk untuk keadaan lain. Contohnya, Norse Greenland, di lingkungan yang sulit ini, diikat selama empat setengah abad oleh komitmen terhadap agama yang sama dan oleh kohesi sosial mereka yang kuat. Tapi dua hal itu, komitmen terhadap agama dan kohesi sosial yang kuat dan juga pada akhirnya membuat mereka sulit berubah dan belajar dari suku Inuit. Atau hari ini, Australia. Salah satu hal yang membuat Australia bertahan di tempat yang jauh dari peradaban Eropa selama 250 tahun adalah identitas Inggris mereka. Tapi sekarang, komitmen mereka terhadap identitas Inggris tidak berakibat baik dalam kebutuhan mereka beradaptasi terhadap situasi mereka di Asia. Jadi cukup sulit untuk mengubah arah ketika hal-hal yang menyebabkan masalah adalah hal yang sama yang memberi Anda kekuatan.
Dari berbagai pandangan tersebut maka yang paling penting dalam hal peradaban adalah manusia itu sendiri karena manusia adalah pengendali peradaban, jika manusia ini tidak kita bangun dengan baik dan benar maka sebuah peradaban akan terancam, jika sebuah bangsa gagal membangun masyarakat maka peradabanbangsa tersebut sangat mudah untuk di hancurkan.
Mari kita melihat sedikit sejarah tentang bangsa Cina dimana,ketika bangsa Cina ingin hidup tenang, mereka membangun tembok Cina yang sangat besar. Mereka berkeyakinan tidak akan ada orang yang sanggup menerobosnya karena tinggi sekali. Akan tetapi 100 tahun pertama setelah tembok selesai dibangun, Cina terlibat tiga kali perperangan besar. Pada setiap kali perperangan itu, pasukan musuh tidak menghancurkan tembok atau memanjatnya, tapi cukup dengan menyogok penjaga pintu gerbang.
Cina di zaman itu terlalu sibuk dengan pembangunan tembok, tapi mereka lupa membangun manusia. Membangun manusia seharusnya dilakukan sebelum membangun apapun. Dan itulah yang dibutuhkan oleh semua bangsa.

Kembali lagi kita adopsikan pandangan Jared Diamond dalam sebuah  tulisannya. Untuk menghancurkan peradaban sebuah bangsa, ada tiga cara untuk melakukannya, yaitu:

1. Hancurkan tatanan keluarga
2. Hancurkan pendidikan
3. Hancurkan keteladanan dari para tokoh dan ulama.
 
Pertama, Untuk menghancurkan keluarga caranya dengan mengikis peranan ibu-ibu agar sibuk dengan dunia luar, menyerahkan urusan rumah tangga kepada pembantu. Para ibu akan lebih bangga menjadi wanita karir ketimbang ibu rumah tangga dengan dalih hak asasi dan emansipasi.
Kedua, Pendidikan bisa dihancurkan dengan cara mengabaikan peran guru. Kurangi penghargaan terhadap mereka, alihkan perhatian mereka sebagai pendidik dengan berbagai macam kewajiban administratif, dengan tujuan materi semata, hingga mereka abai terhadap fungsi utama sebagai pendidik, sehingga semua siswa meremehkannya.
Ketiga, untuk menghancurkan keteladanan para tokoh masyarakat dan ulama adalah dengan cara melibatkan mereka ke dalam politik praktis yang berorientasi materi dan jabatan semata, hingga tidak ada lagi orang pintar yang patut dipercayai. Tidak ada orang yang mendengarkan perkataannya, apalagi meneladani perbuatannya. Apabila peran ibu rumah tangga sudah hilang, para guru yang ikhlas lenyap, dan para ulama serta tokoh panutan sudah sirna karena terlibat politik praktis, maka siapa lagi yang akan mendidik generasi dengan nilai-nilai luhur?.
Itulah awal kehancuran yang sesungguhnya. Saat itulah kehancuran bangsa akan terjadi, sekalipun tubuhnya dibungkus oleh pakaian mewah, bangunan fisik yang megah, dan dibawa dengan kendaraan yang mewah. Semuanya tak akan berarti apa apa, rapuh dan lemah tanpa jiwa yang tangguh.
Sebagai kesimpulan, kita ambil dari pesan yang di sampaikan Jared dimana dia mengatakan bahwa masalah besar yang dihadapi dunia sekarang ini bukanlah hal-hal di luar kendali kita. Masalah terbesar kita bukanlah asteroid yang akan menabrak kita, sesuatu yang tak bisa kita cegah. Melainkan, semua ancaman besar itu adalah masalah yang kita buat sendiri. Dan karena kita yang membuat masalahnya, kita juga bisa menyelesaikan masalah itu. Maka itu berarti penyelesaian masalah ini semua ada dalam kemampuan kita. Khususnya, apa yang dapat kita lakukan? Bagi Anda yang tertarik dengan pilihan-pilihan ini, ada banyak hal yang dapat Anda lakukan. Ada banyak hal yang tidak kita mengerti, dan kita perlu mengerti itu. Ada banyak yang sudah kita mengerti tapi kita belum melakukan apa-apa.
Oleh karena itu, sebuah peradaban bangsa  bisa di selamatkan jika manusia atau masyarakat bangsa tersebut berhasil tumbuh sebagai makhluk dan masyarakat yang beradab dan mau turun tangan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang sedang bangsa alami. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat buat semua pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *