Tuhan Tak Akan Merubah Nasibmu, Jika

Posted on: Maret 2, 2017, by :


Salam hangat sobat samalangaku.com,

Nasib baik merupakan harapan setiap orang dalam menjalani hidup, karena tidak ada orang yang waras menginginkan nasib buruk menimpanya. Namun, harapan tidaklah selalu menjadi kenyataan karena kita sebagai manusia hanya bisa membuat harapan selanjutnya hanya Allah yang akan menentukan apakah harapan itu akan kita raih atau malah sebaliknya. Bahkan ketika kita sudah sangat yakin dengan harapan atau rencana yang kita buat belum bisa menentukan harapan itu akan terwujud, tugas kita tetap sebatas merencanakan. Walaupun kadang sering kali apa yang kita harapkan tak kunjung terwujud, di sisi lain dimana kta tidak pernah merencanakannya namun hal tersebut terjadi dalam kehidupan kita. Sehingga banyak orang yang menyakini bahwa Allah lebih tau apa yang kita butuhkan daripada diri kita sendiri, Allah selalu memberikan apa yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan. Pada dasarnya keyakinan ini sangatlah logis bagi mereka yang percaya akan Tuhan. Bagaimana tidak, Allah yang telah menciptakan kita, kita ini milik Allah, apa yang kita miliki semua punya Allah dan Allah maha tau atas segala yang terjadi. Jadi, tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa Allah tidak adil.
Berbicara tentang nasib tidak bisa terlepas dengan kesadaran diri karena untuk merubah nasib kita tentunya ke arah yang lebih baik kita harus memiliki kesadaran diri, kesadaran dimana tidak ada kekuatan yang lebih hebat yang mampu mengubah diri kita selain diri kita sendiri. Bahkan Allah tidak mau mengubah nasib kita, bukan karena Allah tidak mampu. Hal tersebut sudah Allah janjikan dalam kita sucinya.
 
“SESUNGGUHNYA ALLAH TIDAK AKAN MENGUBAH NASIB SUATU KAUM KECUALI KAUM ITU SENDIRI YANG MENGUBAH APA APA YANG PADA DIRI MEREKA ” QS 13:11
 
Ayat di atas dapat kita pahami bahwa nasib kita tergantung di tangan kita dalam artian sebelum kita meminta kepada Allah akan sebuah perubahan datang ke dalam hidup kita terlebih dahulu kita harus berusaha untuk merubah keadaan kita. Ketika kita yang bernasib miskin tidak akan menjadi kaya jika kita hanya berpangku tangan tanpa ada usaha untuk merubah nasib kita, tanpa berusaha, tanpa mau bekerja untuk mengubah nasib kita.
Jika memang kita harus mengubah apa-apa yang ada pada diri kita, bagaimana kita mengubahnya ?. Pertanyaan ini sebenarnya sudah bisa kita jawab namun kita belum pernah mencoba mengimplementasikannya, belum pernah mempraktekkan apa yang sudah kita tau. Kita lihat saja bahwa ungkapan yang sering kita dengar adalah jika kita ingin mengubah nasib kita kita harus berkerja atau berusaha kemudian berdo’a. Kedua hal itu tidak boleh berdiri sendiri karena kita kita hanya sibuk berdo’a tanpa mau berusaha maka hal itu sama saja bohong dan sebaliknya, ketika kita sibuk terus bekerja, berusaha sangat keras namun tidak pernah berdo’a maka kita telah sombong. Pelajaran itu sebenarnya sudah kita pahami dengan jelas namun belum dengan prakteknya. Oleh karena itu hal yang paling sederhanya yang bisa kita lakukan untuk mengubah nasib kita adalah dengan senantiasa berusaha keras, bekerja keras tanpa melupakan Allah dalam artian senantiasa berdo’a agar usaha kita, pekerjaan kita bisa membawa nasib kita ke arah yang lebih baik.
Tanpa kesadaran diri maka akan mustahil anda bisa mengubah nasib anda menjadi lebih baik. Analoginya sederhana ketika seorang dokter ingin menyebuhkan pasiennya yang lagi sakit terlebih dahulu dokter tersebut memeriksa apa yang sebenarnya sedang pasiennya alami sehingga ia bisa melakukan tindakan yang benar, dalam artian dokter berusaha untuk mengenal terlebih dahulu penyakit apa yang pasiennya alami sehingga dia bisa memberikan obat yang tepat untuk kesembuhan pasiennnya. Begitu juga dengan nasib kita ketika kita ingin merubah nasib kita menjadi lebih baik kita harus kenal terlebih dahulu diri kita, apa masalah kita, kenapa kita seperti ini dan alasan-alasan lainnya. Sehingga ketika kita sudah menemukan masalah dalam diri kita, maka kita tinggal mencari solusi untuk memperbaiki sehingga kita sampai pada suatu keadaan dimana nasib kita terlihat lebih baik. Salah satu cara terbaik untuk mengenal diri kita adalah membangun rasa kesadaran diri. Ketika kita sudah memiliki rasa kesadaran diri maka dengan mudah kita bisa mengontrol diri kita.
Kesadaran diri tidak bisa dibangun hanya dalam waktu singkat, kita perlu usaha kuat untuk membentuk kesadaran diri. Untuk membangun kesadaran diri sehingga kita bisa mengubah nasib kita menjadi lebih baik adalah dengan menanamkan dan menyakini hal di bawah ini dengan sebaik-baiknya, diantarnya adalah:
  1. Allah tidak pernah ingkar janji, Jika Allah sudah mengatakan tidak akan mengubah nasib kita tanpa kita terlebih dahulu mengubah apa-apa yang ada pada diri kita. maka, yakinlah dengan hal itu.
  2. Apa yang kita tanam, akan kita panenkan. Ketika sekarang kita bermalas-malasan maka hasil yang akan kita panenkan nanti adalah penyesalan. Namun, ketika sekarang kita terus berusaha untuk mengubah nasib kita denga segala usaha dan do’a maka kita akan memanenkan hasilnya yaitu berupa sebuah kesuksesan.
Kesadaran diri merupakan hal utama yang dibutuhkan ketika kita ingin menjadi orang sukses karena dengan kesadaran dri kita bisa mengontrol hidup kita dengan penuh kendali, kita bisa tau apa tujuan kita, pikiran kita menjadi lebih positif, tidak mudah menyerah dan tidak mudah menyalahkan keadaan.
Mari kita lihat salah satu penelitian dari O’Rourke, J (2009) yang menyatakan bahwa kesadaran diri berhubungan dengan aspek-aspek penting lain dalam kehidupan. Salah satunya adalah hubungan kesadaran diri terhadap lingkungan, kesehatan serta kedisiplinan. Seseorang akan melakukan suatu tindakan apabila mereka sadar bahwa hal tersebut dianggap penting dan  berharga.
Dari penelitian tersebut dapat kita pahami bahwa kita tidak akan mau melakukan sebuah tindakan jika kita tidak sadar bahwa hal tersebut akan bermanfaat kepada kita, Oleh karena itu dengan adanya kesadaran diri kita akan tau mana hal yang penting untuk kita lakukan dan mana hal yang harus kita tinggalkan.
Fenomena yang sering kita lihat adalah dimana sebuah kesalahan justru dilakukan oleh pihak yang memiliki ilmu tinggi, sebagai contoh pelaku korupsi kebanyakan adalah orang-orang yang berintelektual tinggi, memiliki pemahaman agama yang baik dan bahkan berposisi sebagai pemimpin. Kenapa hal tersebut bisa terjadi ? kita bisa menjawab bahwa ketika kesadaran diri tidak ada maka mata hati kita akan tertutup, ketika kesadaran diri tidak ada kita tidak bisa menggunakan ilmu kita dengan benar, kita sulit untuk menjalan tugas kita, kita bisa dengan mudah dimainkan oleh keinginan orang lain, oleh kondisi dimana kita berada, kita tidak ada pegangan. Hal tersebut terjadi karena ketika kesadaran diri tidak ada maka kemampuan untuk mengontrol diri dengan baik akan hilang.
Pentingnya menumbuhkan kesadaran diri kita dalam menjalani kehidupan ini, agar semua yang kita kerjakan tidak merugikan diri kita sendiri bahkan merugikan orang lain. Kesadaran diri akan membuat kita sadar hakikat kita sebagai manusia adalah insan yang lemah, yang harus saling mengungatkan bukan saling menyingkirkan. Kesadaran diri akan membuat kita sadar bahwa ada Allah yang akan membantu kita ketika kita mau berusaha untuk mengubah keadaan kita sendiri. Kesadaran diri akan sangat membantu kita untuk mengubah nasib kita menjadi lebih baik. Karena sekali lagi, Allah tidak akan mengubah nasib kita, kecuali kita sendiri yang mau mengubah apa-apa yang ada pada diri kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *