KULIAH VS ORGANISASI, Siapa Yang Lebih Baik ?

Posted on: Maret 21, 2017, by :
Kuliah vs Organisasi

 

Pembahasan tentang kuliah dan organisasi sering kali menjadi pembicaraan hangat diantara kaum mahasiswa, hal ini sebenarnya sangat bisa dipahami karena masa perkuliahan merupakan masa dimana mahasiswa dituntut untuk lebih mengandalkan diri mereka sendiri, masa dimana kesadaran diri mereka akan menentukan sukses tidaknya dunia perkuliahan yang mereka jalani. Sebelum memasuki dunia kampus tentu para mahasiswa pernah menduduki bangku siswa malai dari tingkat TK / Sederajat hingga ke jenjang sekolah menengah atas, dimana selama perjalanan itu mereka selalu mendapat bimbingan dan arahan setiap ada tugas, mereka selalu ditegur ketika membuat salah, mereka di hukum ketika melangar. Namun, hal itu tidak akan mereka dapatkan lagi ketika memasuki dunia perkuliahan. Dunia perkuliahan menuntut mereka untuk lebih mengandalkan diri mereka dalam setiap tindakan dan keputusan yang di ambil.
Berbicara tentang dunia kampus tidak akan terlepas dari  mahasiswa itu sendiri yang kemudian bisa kita simpulkan bahwa mahasiswa di dunia kampus secara umum terbagi menjadi dua, yaitu mahasiswa yang fokus hanya kuliah saja atau sering disebut mahaiswa kupu-kupu (kuliah pulang, kuliah pulang) dan satu lagi tipe mahasiswa yang aktif di dalam organisasi. Sehingga sering kali orang bertanya dengan pertanyaan seperti ini;
Siapa yang lebih baik di antara keduanya?
Siapakah yang akan lebih sukses nantinya?
Atau ada yang bertanya kenapa harus menjadi salah satu di antara keduanya? 
Dan banyak pertanyaan-pertanyaan lain.
 
Berdasarkan phenomena tersebut, marilah kita sedikit mengupas terkait kedua tipe mahasiswa tersebut yang kemudian kita beri judul pembahasan “Kuliah VS Organisasi, siapa yang lebih sukses?”. Namun, pembahasan kali ini kita tidak akan membahas nilai negative yang didapatkan oleh setiap masing-masing mahasiswa berdasarkan tipe mereka, kita akan fokus membahas pada hal positif yang mereka dapatkan karena nantinya juga akan terlihat secara tersirat kelemahan-kelemahan dari setiap tipe tersebut.
KULIAH
Mahasiswa yang hanya fokus menjalani kuliah saja biasanya mereka adalah mahasiswa yang suka menyendiri alias tidak suka keramaian atau mahasiswa yang memiliki pendapat bahwa tujuan mereka saat menjadi mahasiswa hanya untuk belajar, belajar, dan belajar. Mereka hanya fokus menjaga jadwal kapan masuk materi ini, kapan mengerjakan tugas itu, kapan waktu mengulang materi kemaren, kapan membaca materi yang akan datang dan lain sebagainya. Dari aktivitas seperti itu hal positif yang biasanya mereka dapatkan adalah;
  • Nilai yang bagus
  • Dikenal sama Dosen karena rajin dan selalu mendapat nilai tinggi
  • Waktu yang banyak untuk mendalami setiap materi
  • Waktu istirahat yang cukup
  • Kuliah selalu hadir alias tidak pernah bolos ( takut bolos )
  • Selalu mengerjakan tugas dan mengerjakan tepat waktu
  • Jarang sekali mendapat tekanan dan permasalahan dengan pihak internal kampus atau eksternal kampus
  • Dan lain sebagainya (sesuai dengan kebiasaan mereka)

 

Walaupun sebenarnya mereka punya alasan masing-masing kenapa mereka hanya ingin fokus untuk kuliah saja tanpa mau berkecimpung dalam dunia organisasi. Ada dari mereka yang memang tidak suka dan tidak mau mencoba, tidak ada teman yang mengajak, takut tidak bisa membagi waktu sehingga terganggu waktu kuliah, tidak diizinkan oleh orang tua dan lain sebagainya. Mereka bebas berpendapat dan kita harus kita hargai itu.
 
ORGANISASI
Mahasiswa yang aktif dalam berorganisasi biasanya mereka mahasiswa yang suka akan keramaian, suka bergaul, mereka suka berdiskusi untuk melakukan sesuatu atau mahasiswa yang sadar bahwa organisasi merupakan kesempatan yang harus mereka miliki untuk mencari pengalaman dan teman  baru. Mereka berpendapat bahwa tujuan mereka saat memasuki dunia perkuliahan tidak hanya beajar di ruang kelas namun juga belajar untuk mengasah kemampuan dan pengalaman di dalam sebuah organisasi. Bagi mereka rasanya tidak puas hanya menghabiskan waktu masuk ruang belajar tanpa adanya sebuah kegiatan luar kelas yang bisa menghibur diri dan membuat hari-hari mereka tidak bosan. Dari aktivitas organisasi yang mereka jalani, hal positif yang biasanya mereka dapatkan adalah;
  • Memperluas pergaulan
Hal pertama yang akan mereka dapatkan ketika masuk dalam sebuah organisasi adalah teman baru yang sebelumnya belum pernah mereka jumpai dan kenal. Dengan bertambahnya teman baru maka secara oromatis akan memperluas pergaulan mereka, dimana yang awalnya mereka hanya memiliki teman dari daerah yang sama, lulusan SMA yang sama, jurusan yang sama maka di dalam organisasi mereka akan menemukan di luar dari itu semua.
  • Meningkatkan wawasan/pengetahuan
Ketika mereka sudah memiliki teman baru  dan semakin banyak teman, maka wawasan mereka pun akan bertambah. Hal ini sangat masuk akal karena semakin banyak teman semakin banyak mereka bisa belajar, mendapat informasi, saling tukar pikiran dan berbagi pengalaman dan pengetahuan.
  • Membentuk pola pikir yang lebih baik
Kebiasaan dalam organisasi akan mengasah pola pikir mereka menjadi lebih matang karena mereka terus belajar dari pengalaman dan kesalahan yang mereka lakukan. Mereka menemukan orang-orang yang memiliki pola pikir berbeda sehingga akan membantu mereka untuk terus berkembang.
  • Menjadi kuat dalam menghadapi tekanan
Aktif dalam dunia organisasi merupakan sebuah langkah yang tidak mudah karena akan banyak tekanan yang akan datang kepada mereka,  tekanan untuk bisa mengerjakan program sesuai jadwal yang sudah mereka tentukan, tekanan dari pihak kampus ketika melakukan kesalahan, tekanan dari pihak luar / organisasi lain, tekanan untuk bisa mengarjakan tugas kuliah sambal tetap aktif di organisasi dan lain sebagainya.
  • Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
Dalam organisasi mereka pastinya akan sering mengadakan diskusi untuk menentukan program kerja, rapat, evaluasi dan lain sebagianya. Sehingga dari kebiasaan itu kemampuan mereka untuk berkomunikasi akan terus diasah, apalagi setiap hari tidak pernah mereka tanpa berbicara dengan orang lain sehingga kemampuan berkomunikasi mereka secara tidak sadar akan meningkat. Dan banyak kegiatan kegiatan dan aktivitas lainnya dalam organisasi yang mampu meningkatkan kemampuan mereka.
  • Melatih leadership (kepemimpinan)
Masuk kedalam organisasi merupakan langkah awal bagaimana kita bisa  belajar membangun kemampuan leadership yang ada dalam diri kita. Kemampuan leadership ini tidak akan datang begitu saja tanpa ada sebuah proses yang harus kita lalui. Oleh karena itu, organisasi merupakan tempat terbaik untuk melatih kemampuan leadership kita.
  • Belajar mengatur waktu
Ketika mereka sudah memutuskan untk aktif dalam organisasi maka tugas mereka akan bertmabh, tidak hanya belajar semata, mereka harus bisa tetap kuliah dan mengerjakan tugas namun juga harus aktif dalam organisasi. Banyangkan bagaimana mereka harus mengatur waktunya agar semua itu bisa berjalan dengan baik. Kemampuan untuk mengatur waktu tentu sangat dibutuhkan dalam hal ini agar mereka tetap bisa mengatur semuanya.
  • Memperluas jaringan (networking)
Bertambahnya teman, luas pergaulan  merupakan hal utama yang akan membawa mereka mengenal berbagai macam orang, berbagai macam latar belakang, profesi dan keahlihan. Sehingga hal ini akan sangat membantu mereka dalam membangun networking dalam keseharian mereka.
  • Mengasah kemampuan social
Kegiatan dalam sebuah organisasi biasanya terlepas dari sektor social karena sangat banyak kegiatan yang mereka lakukan dan tujuannya untuk berkontribusi untuk lingkungan mereka, katakanlah kegiatan bakti social, donor darah dan sebagainya yang akan sangat bermanfaat bagi lingkungan dan orang banyak.
  • Ajang latihan dunia kerja yang sesungguhnya
Dalam dunia organisasi mereka mendapatkan banyak hal, mulai dari cara memimpin rapat, membuat program kerja, mengatur waktu, mengatur orang, menuntaskan program, membuat pertanggungjawaban setiap kegiatan dan sebagainya yang mana hal-hal seperti itu akan mereka dapatkan juga ketika mereka memasuki dunia pekerjaan. Sehingga sangat pantas kita sebutkan bahwa organisasi adalah sebagai ajang latihan bagi mereka.
Itulah beberapa hal positif yang biasanya didapatkan oleh mahasiswa yang aktif dalam organisasi, dimana sangat kecil kemungkinan akan didapatkan oleh mereka mahasiswa yang hanya fokus kuliah dan mengerjakan tugas.
Dari penjelasan di atas sebenarnya kita sudah bisa melihat dan memutuskan siapakah yang lebih baik dan siapa yang akan lebih sukses nantinya ketika mereka menjadi sarja. Namun, mari kita menjawab pertanyan tersebut tidak hanya berdasarkan opini dan dugaan kita semata. Kita akan menjawab dengan merujuk pada sebuah penelitian alamiah yang mengatakan;
“Hasil penelitian Stanford Research Institute and Carnegie Mellon Foundation dengan Fortune 500 CEO’s tahun 2010, menyebutkan bahwa kesuksesan jangka panjang seseorang dipengaruhi oleh 75% soft skills dan hanya 25% technical knowledge. “
 
Sehingga tidak heran jika di kalangan ahli manajemen menyebutkan, “seorang pegawai direkrut karena technical skill- nya tetapi di-PHK karena masalah soft skills” Soft Skills Indonesia memberikan pelatihan soft skills yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dunia usaha dan profesi.
Seperti yang sudah kita jelaskan bahwa untuk mengasah soft skill seseorang tidak bisa hanya fokus pada materi kuliah saja, akan tetapi perlu proses yang panjang dan salah satu proses untuk mengasah soft skill adalah dengan bergabung aktif dalam organisasi. Akan tetapi, jangan kamu mendahulukan organisasi dalam artian kamu aktif organisasi namun meninggalkan tugas wajibmu di dalam ruang kuliah, itu sebuah kesalahan besar karena kamu tidak akan berguna 75% itu jika kamu kehilangan atau tidak memiliki yang 25%. 25% knowledge  itu merupakan fondasi yang harus kamu miliki  dan 75% softskill itu merupakan alat untuk kamu gunakan dalam mengasah dan mempergunakan knowllegde tadi menjadi lebih matang dalam kondisi bagaimanapun. Dalam pemahaman yang benar adalah kamu tetap harus menjalankan tugasmu sebagai mahasiswa lainnya dimana harus belajar dan mengerjakan tugas sambil memanfaatkan waktu luangmu untuk aktif di organisasi, kamu harus pandai bagi waktu dalam hal ini agar tidak ada yang terabaikan.
Berbicara tentang organisasi jangan hanya terfokus bahwa organisasi itu hanya  yang sudah diakui seperti Badan Eksekutif Mahasiswa, Himpunan Jurusan dan Unit kegiatan mahasiswa. Organisasi itu tidak hanya sebatas itu, kita bisa membuat satu komunitas dengan orang yang seide dan memiliki tujan tertentu juga bisa dikatakan sebagai organisasi, kita bisa membuat perkumpulan alumni, persatuan mahasiswa tertentu, atau bagi kamu yang tidak suka dengan organisasi kampus kamu bisa membuat komunitas belajar untuk membantu mahasiswa lain dalam hal yang kamu bisa, dan lain sebagainya yang penting kita memiliki satu tujuan yang ingin di capai. Yang harus kita tanamkan bagi kita sebagai mahasiswa bahwa organisasi merupakan sebagai sarana untuk mengembangkan softskill kita dan mengisi waktu luang kita menjadi lebih bermanfaat. Dan sangat disarankan memiliki organisasi yang sesuai dengan bakat dan minat kamu, organisasi yang jelas tujuan dan program kerjanya, organisasi yang bisa membuat kamu bisa berkembang menjadi lebih baik.
Bagi kamu mahasiswa yang sedang menjalani dunia perkuliahan berpikirlah secara terbuka dan tentukan posisimu mau berada dimana. Masa depanmu ada ditanganmu dan secara penuh menjadi tanggung jawabmu. Oleh karena itu, manfaatkan setiap kesempatan yang ada di sekitarmu untuk mengembangkan potensi dirimu. Semoga artikel Kuliah Vs Organisasi ini bisa bermanfaat bagi kamu mahasiswa dan semua pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *