Cara Menjaga Fisik Sesuai Pandangan Islam Yang Berlaku Universal

Posted on: Maret 14, 2017, by :
 menjaga fisik

 

Salam Hangat Sobat samalangaku.com,
Kesehatan Fisik merupakan salah satu mahkota bagi semua orang, walaupun ada orang yang tidak menyadari akan hal tersebut. Satu fakta yang bisa kita simpulkan bahwa kesehatan fisik merupakan hal yang sangat berharga, ketika seseorang sedang dalam keadaan sakit, mulai dari kondisi fisiknya melemah sehingga mudah diserang virus sampai terbaring kaku di atas ranjang. Maka satu permintaan yang selalu mereka pinta adalah diberi kesembuhan segera. Hal tersebut membuktikan bahwa kesehatan fisik adalah mahkota yang berharga.
Melihat akan pentingnya kesehatan fisik banyak orang melakukan berbagai macam cara untuk menjaga fisiknya, mulai dari berolah raga dengan teratur, mengkonsumsi obat tertentu, konsultasi kesehatan secara teratur, menjaga makan agar tidak gemuk dan lain sebagainya. Banyak ahli kedokteran telah mengelarkan pernyataan tertang bagaimana cara menjaga fisik agar tetap sehat mulai dari menjaga pola tidur sampai mengkonsumsi obat tertentu.
Tanpa maksud menyalahkan berbagai pandangan lain, pada artikel kali ini kita tidak akan mengupas semua pernyataan yang telah para ahli kedokteran keluarkan tentang tata acara menjaga fisik tetap sehat. Akan tetapi kita akan mencoba melihat dari perspektif islam tentang bagaimana menjaga kondisi fisik yang berlaku secara universal.
Dalam salah satu potongan ayat Al-Quran, yaitu surat Al-Baqarah ayat 168 : Allah membuka rahasia bagaimana umat islam dalam menjaga fisiknya yang bunyinya “Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi,..” Sebagimana kita ketahui seseorang yang menjaga akal dan rohnya, manusia akan dipandang mulia  dan sempurna jika juga bisa menjaga fisiknya dengan baik. Walaupun ada beberapa ayat Al-Qur’an   di surat lain yang membahas tentang olah raga, kesehatan dan  perawatan, pada kesempatan kali ini kita akan membahas sesuatu yang dipandang sederhana namun memilki dampak yang luar biasa bagi roh bahkan akal seseorang dan tentunya bagi fisiknya. Kenapa fisik ada hubungannya dengan akal dan roh/jiwa, coba banyangkan saja jika hati susah/gundah maka akan berdampak pada akal yang tidak tenang dan pastinya fisik juga akan lemah dan malas dalam melakukan sesuatu
Apa Hal Yang Sederhana Itu ?
Makanan !
Ya makanan adalah hal yang kita maksud, dalam ayar tersebut jelas bahwa Allah memberi perintah jika kamu seorang manusia yang hendak untuk menjaga fisik maka yang harus dijaga oleh seseorang adalah asupan makanan yang masuk ke dalam tubuhnya, makanan yang dia makan dan diolah oleh organ tubuhnya. Seseorang yang tidak makan, tidak ada asupan makanan ke dalm tubuhnya dalam jangka waktu tertentu maka dia bisa saja membunuh dirinya sendiri.
Aturan yang dijelaskan dalam ayat tersebut hanya ada 2 kategori yaitu;
1. Halal
Untuk kategori halal kita akan membahas secara singkat karena makna halal itu sendiri sudah menjadi ketetapan dan akan lebih paham ketika kupas dengan dibantu dalil lain dalam Al-Qur’an. Namun yang harus kita pahami halal yang dimaksud di sini adalah makanan yang dibolehkan,diizikan untuk dikonsumsi dan  tidak illegal baik dari segi subtansinya, cara mendapatkannya, cara mengolahnya, kualitasnya dan kuantitasnya.
2. Tayyib
Untuk kategori ini kita akan membahs denga rinci supaya kita paham maksud ayat di atas dengan jelas. Ayat di buka dengan kata YA AYYUHAN NASH yang artinya wahai sekalian manusia. Sehingga dapat kita pahami abahwa hukum atau aturan ini berlaku universal (menyeluruh), bukan untuk orang islam saja namun juga buat non muslim. Misal kita asumsikan jika ada seorang non muslim tidak mengamalkan dalam hisupnya aturan yang menyatakan bahwa untuk menjaga kondisi fisik dia harus menjaga asupan makanan ke dalam tubuhnya, maka bisa dipastikan fisiknya akan melemah dan akan mati. Sebaliknya bagi seorang muslim juga berlaku hukum yang sama ketika seorang muslim tidak makan, maka nasibnya aka sama. Jangan hanya menganggap diri sudah islam, terus tidak makan, itu sama saja bunuh diri.
Tayyib menurut terjemahan umumnya adalah yang menyehatkan, sesuatu yang baik untuk tubuh (fisik). Kalimat baik dalam dalam Al-Quran ada beberapa macam diantaranya;
  • Tayyib, seperti yang terdapat dalam ayat di atas, yangartinya baik secara fisikal, mata bisa melihat dengan jelas, hidung bia mencium dengan baik, telingan bisa mendengar, kaki bisa berjalan dan lain sebagainya, itu tayyib namanya
Sehingga tidak semua orang yang baik fisiknya atau sehat itu memiliki sifat yang baik. Hal yang dapat kia lihat adalah banyak kadang orang yang pakai dasi, badan gagah, pikiran cerdas namun tetap korupsi. Oleh karena itu, Tayyib saja tidak cukup untuk menjaga fisik menjadi bagus.
  • Khair, Dalam Al-Qur’an khair juga diartikan baik akan tetapi bedanya jika baik dari tayyib adalah  pada kebaikan luar alias fisik,makanya baik dari arti khair merupakan baik dari dalam alias sifat baik,
Dari penjelasan di atas maka dapat kita simpulkan bahwa untuk menjaga kondosi fisik, islam menekankan pada asupan makanan yang kita makan. Berbicara makanan juga pastikan termasuk di dalamnya minuman, dimana makanan yang kita makan haruslah halal dalam artian sesuai dengan aturan yang sudah islam garis bawahi sehingag nanti akan menghasilkan fisik dalam nya juga baik. Kemudian halal saja tidak cukup namun  makanan yang kita makan juga harus baik, baik dari segi latihan untuk menguatkan keadaan fisik dan baik dari segi latihan untuk menguatkan sifat baik.
Lebih dalam kita coba pahami ayat di atas yang menjelaskna jika seseorang ingin menguatkan, menjaga fisiknya maka dia mesti makan yang berdampak baik bagi tubuhnya. Bagaimana makan makanan yang bisa  berdampak baik bagi tubuh? Tentunya semua kita sudah tau, seperti;
  • Makanan mengandung gizi tinggi
  • Makanan lengkap dan berimbang, sebagimana kita kenal dengan sebutan makanan 4 sehat 5 sempurna seperti nasi/jagung, lauk/pauk, sayuran, buah-buahan, dan terakhir susu. Semua makanan tersebut mengandung karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Ada baiknya ditambah dengan herbal seperti madu, pasak bumi, habbatus saudah, minyak zaitun, dan sebagainya agar tubuh kita sehat
  • Makanan yang tidak mengandung zat-zat yang membahayakan bagi kesehatan kita, misalnya kolesterol tinggi atau bisa memicu asam urat kita.
  • Sangat dianjurkan untuk membiasakan makan makanan alami. Tidak mengandung berbagai zat kimia seperti pupuk kimia, pestisida kimia, pengawet kimia (misalnya formalin), pewarna kimia, perasa kimia (misalnya biang gula/aspartame, MSG, dsb)
  • Makanan masih segarasih segar. Tidak membusuk atau basi sehingga warna, bau, dan rasanya berubah
  • Mengatur pola makan, makan tidak berlebihan. Makanan sebaik apa pun jika berlebihan, tidak baik.
Jadi, walaupun sesorang yang  ibadahnya baik, rohnya/hatinya bersih , doanya mudah di kabul jika berdo’a tapi ketika dia  makanan yang halal saja namun tidak tidak baik maka salah juga, karena akan menimbulkan sakit. Misalnya seorang kyai minum teh yang sudah basi, itukan tidak baik lagi sehingga akan menimbulkan sakit perut. Oleh karena itu, sehat akal, bersih hati, tata ibadah juga harus di dukung oleh makanan yang halal dan baik agar kondisi fisiknya juga tetap baik.

Sekian artikel kali ini, semoga artikel Cara Menjaga Fisik Sesuai Pandangan Islam Yang Berlaku Universal ini bisa bermanfaat bagi semua pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *