Memahami Islam Dari Berbagai Aspek Kehidupan

Posted on: Februari 20, 2017, by :

 

Hallo sobat samalangaku.com semua, kali ini kita akan berbagi sedikit artikel tentang islam yang di pandang dari berbagai aspek kehidupan. Karena Islam itu merupakan agama yang sempurna dimana di dalamnya di ajarkan semua sudut-sudut kehidupan beserta pedomannya yang ada dalam kitab pedoman umat islam yaitu Al-Qur’an.
Kata “Islam” bagi semua orang , khususnya kaum Muslim sangat tidak asing. Tapi Islam yang bagaimanakah yang kita kenal? Selama ini Islam banyak dipahami sebagai suatu agama yang mewajibkan shalat dan puasa.
Melihat pemahaman seperti itu, Islam sepertinya hanya sebuah agama yang formalistik. Isinya hanya tentang ibadah dan hanya memfokuskan berhubungan dengan Tuhan.
Begitu juga, jika Islam hanya dilihat dengan satu pandangan atau satu sisi, dengan hanya mengacu pada Fiqh misalnya, hal tersebut menunjukkan begitu sempitnya Islam. Atau dilihat dari sudut pandang aliran, Islam terdiri dari berbagai madzhab yang berbeda..Bisa juga dibedakan menurut keotentikannya, misalkan Islam di Makkah lebih asli. Karena Islam lahir di sana. Hal-hal seperti itu membuat pengertian Islam sangat sempit dan menjadi sempit.
Padahal kenyataannya, Islam tidak hanya sebatas pengertian agama, tapi juga sebagai suatu fenomena masyarakat. Jika ingin memahami Islam secara universal, tentunya kita tidak bisa hanya menggunakan satu dari berbagai pancaran mutiara Islam.  Oleh karena itu, untuk memahami Islam secara keseluruhan diperlukan pendekatan yang mencakup atau melihat Islam dari berbagai aspeknya.
ISLAM DITINJAU DARI BERBAGAI ASPEK
A. Islam Ditinjau Dari Aspek Ekonomi
Ekonomi dalam Islam adalah ilmu yang mempelajari segala perilaku manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dengan tujuan memperoleh jalan kedamaian dan kesejahteraan dunia dan akhirat.
Menurut S.M. Hasanuzzaman, ilmu ekonomi Islam adalah pengetahuan dan aplikasi ajaran-ajaran serta aturan-aturan syariah yang mencegah ketidakadilan dalam pencarian dan pengeluaran sumber-sumber daya, guna memberikan kepuasan bagi manusia dan memungkinkan mereka melaksanakan kewajiban-kewajiban mereka terhadap Allah dan masyarakat.
Islam memberikan tuntunan kepada umatnya untuk melakukan kegiatan ekonomi, hal itu sesuai dengan firman Allah :
” Apabila telah ditunaikan sholat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyk supaya kamu beruntung ”. (QS. Al Jumuah: 10) 
 
Kemudian dalam hadits juga disebutkan :
”Bekerjalah seolah-olah kamu akan hidup selamanya, dan beribadahlah seolah-olah kamu akan mati esok ”.
Konsep Ekonomi Islam
Islam mengambil suatu kaidah terbaik antara kedua pandangan yang ekstrim (kapitalis dan komunis) dan mencoba untuk membentuk keseimbangan di antara keduanya. Sumber pedoman ekonomi Islam adalah al-Qur’an dan Sunnah Rasul. Sedang hal-hal yang tidak secara jelas diatur dalam kedua sumber ajaran Islam tersebut diperoleh ketentuannya dengan jalan ijtihad.
Sistem ekonomi Islam mempunyai perbedaan yang mendasar dengan sistem ekonomi yang lain, dimana dalam sistem ekonomi Islam terdapat nilai moral dan nilai ibadah dalam setiap kegiatannya.
B. Islam Ditinjau Dari Aspek Sosial
 
Dilihat dari aspek sosial Islam sangat menitikberatkan kepedulian antara orang kaya dengan orang miskin, antara majikan dan buruh, antara orang yang sedang tertimpa musibah dan orang yang diberi kenikmatan, orang yang diberi kelebihan dan orang yang masih membutuhkan dan tenggang rasa terhadap sesama hidup. Secara garis besar manusia agar memiliki rasa syukur bagi yang diberi kenikmatan dan sabar bagi orang yang diberikan kekurangan, sebagaimana disebutkan dalam Qur’an dan Hadits sebagai berikut :
a.  Q.S. Ibrahim : 7
”Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih”.
b.  Hadits Riwayat Muslim
Dari Abu Hurairah ra. Diterangkan bahwa Rasulullah saw. Bersabda, Perhatikanlah orang yang lebih rendah daripada kamu dan janganlah kamu melihat orang yang diatasmu. Hal itu lebih baik agartidask mengabaikan nikmat Alloh, Abu Muawiyyah menambahkan, atas kalian.” (HR. Muslim no. 5264)
Tuntunan Islam dalam bidang sosial, diantaranya :
a. Puasa ramadhon
b. Zakat
c. Sadoqah
d. Amal Jariyah
e. Takziyah dan menengok orang sakit.
f. Adab berbicara didepan orang lain dan depan orang banyak serta adab-adab ibadah lainnya.
C. Islam Ditinjau Dari Aspek Politik
 
1. Politik dalam Pandangan Islam
Makna dari politik menurut definisi yang sebenarnya adalah sebuah pengaturan dan pemeliharaan urusan ummat. Hal ini sesuai dengan arti kata “politik” yang dalam Bahasa Arab disebut “as siyasah”. Kata siyasah berasal dari kata saasa-yasuusu-siyasatan yang berarti mengurus atau mengatur kepentingan orang.
Berbicara politik tidak bisa lepas dengan negara dan pemerintahan. Berbicara masalah hukum dan perundang-undangan, tidak bisa lepas dari kekuasaan politik dan pemerintahan. Politik dan Islam adalah dua sisi yang tidak dapat dipisahkan.
Peristiwa Hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah selain dipahami sebagai peristiwa keagamaan, juga merupakan peristiwa politik dalam rangka membangun masyarakat dan pemerintah kota Madinah yang damai, tentram, tenang, adil dan makmur. Peran Baginda Nabi Muhammad SAW waktu itu, selain sebagai seorang Nabi, beliau juga sebagai seorang kepala negara.
 
D. Islam Ditinjau Dari Aspek Pendidikan
 
1. Keutamaan mencari ilmu dan keutamaan orang yang berilmu
Islam, sangat mementingkan keutamaan mencari ilmu dan keutmaan orang yang berilmu, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an dan Hadits sebagai berikut :
a.  Qur’an Surat At-Taubah : 122
Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.).
2. Dasar Pendidikan Islam
a. Al-Qur’an
b. As-Sunnah
a. Ijtihad
 
E. Islam Ditinjau Dari Aspek Teologis
 
Pendekatan teologi dalam pendekatan pemahaman keagamaan adalah pendekatan yang menekankan pada bentuk formal atau simbol simbol keagamaan tersebut mengklaim dirinya sebagai yang paling benar sedangkan yang lainya adalah salah. Aliran teologi yang satu begitu yakin dan fanatik bahwa fahamnyalah yang paling benar sedangkan yang lainya adalah salah, sehingga memandang faham orang lain itu keliru, sesat, kafir, murtad dan seterusnya.
Dari uraian diatas, pendekatan ini menunjukkan adanya kekurangan, antara lain: bersifat eklusif, dogmatis, dan tidak mau mengakui kebenaran agama lain. Kekurangan pendekatan dapat dilengkapi dengan pendekatan sosiologis.
Sedangkan kelebihan dari pendekatan teologis normatif adalah melalui pendekatan ini seorang akan memiliki sikap mencintai dalam beragama yakni berpegang teguh kepada agama yang diyakininya sebagai yang bnar tanpa memandang dan meremehkan agama lain. Dengan pendekatan yang demikian seseorang akan memiliki sikap fanatis terhadap agama yang dianutnya.

Dari berbagai uraian diatas maka penulis dapat menyimpulkan bahwa islam adalah agama yang mengatur umatnya secara seimbang dari aspek manapun mulai dari hal terkecil sampai hal terbesar, dari urusan pribadi sampai urusan orang banyak dan negara, dari urusan masyarakat sampai urusan pejabat, dari urusan jasmani dan rokhani dari ursusan dunia dan kepentingan akhirat kelak.

Sekian dulu artikel kali ini semoga ada manfaatnya buat sobat semua. Kami sangat sadar bahwa artikel di atas sangat dangkal pembahasannya karena belum banyak referensi yang digunakan. Artikel ditulis berdasarkan pemahaman yang kami dalami sejauh ini. Oleh karena itu jika sobat semua memiliki artikel terkait yang lebih lengkap mari kita saling berbagi agar ilmu kita bisa saling bertambah. Sekian 🙂


Referensi:
Buku Metelogi Studi Islam karengan Prof. Dr. H. Abuddin Nata, M.A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *