Alasan Ini Kenapa Allah Belum Menjawab Do’amu

Posted on: Februari 24, 2017, by :
 
Salam hangat sobat samalangaku.com,
 
Hidup di dunia adalah panggung sandiwara, begitulah kalimat yang sering kita simpulkan ketika kita memahami hakikat hidup yang sebenarnya. Sebagai seorang muslim kita sudah patutnya percaya bahwa akan ada kehidupan setelah kehidupan dunia ini yaitu kehidupan alam akhirat dimana umat islam percaya bahwa alam tersebut merupakan alam yang abadi.
Berbicara tentang kehidupan mungkin sangat luas dan tidak terlepas dengan bumbu-bumbu kehidupan yang selalu membuat hidup ini terasa begitu berwarna. Tidak ada yang bisa menjanjikan langit selalu cerah karena suatu saat hujan pasti akan tiba, begitulah dengan perjalanan hidup ini, tidak ada yang bisa menjamin akan selalu indah karena akan ada masa dimana kesedihan akan menemani kita. Namun, jangan bersedih karena kita masih memiliki Allah, Allah telah menjanjikan bahwa akan ada kemudahan setelah kesukaran dan Allah tidak pernah ingkar janji.
Berbicara tentang hidup juga berbicara tentang bahagia atau tidaknya seseorang, hal ini karena semua orang yang hidup di dunia ini pasti ingin memperoleh kebahagiaan. Namun, tidak semua orang mampu memperoleh kebahagian dalam hidupnya. Sebagian orang memaknai bahwa kebahagiaan itu  ketika kita memiliki harta banyak, jabatan tinggi, istri banyak dan lainnya. Sebagian lagi berpendapat bahwa kebahagiaan itu ketika kita mampu membuat orang lain yang ada di sekitar kita merasa bahagia dengan kehadiran kita atau karena kita bisa menjadi penolong bagi yang lainnya, dan seterusnya masing-masing orang memiliki pengertian yang berbeda dan itu sah-sah saja.
Kebahagiaan sering kali menjadi indikator bagi sebagian orang untuk dikatakan sukses dimana seseorang belum menamakan dirinya sukses kalau dia belum bisa hidup bahagia baik dalam kesendirian, berkeluarga dan bermasyarakat. Orang yang bahagia atau keluarga yang bahagia sering kali menjadi pusat perhatian bagi  sebagian orang lainnya, terutama bagi mereka yang hidupnya jauh dari kata bahagia.

Banyak orang yang bertanya bagaimana memperoleh kebahagiaan sebagaimana orang kaya rasakan dan ini pastinya yang bertanya adalah orang yang menganggap dirinya tidak kaya dan tidak bahagia. Hal yang paling mudah kita lakukan untuk memperoleh kebahagian, kekayaan dan kesuksesan sebagaimana orang lain rasakan adalah dengan senantiasa berdoa. Berdoa adalah salah satu cara untuk memperoleh semua yang kita inginkan karena do’a adalah senjata kaum muslim yang beriman. Namun, jangan disepelekan karena islam adalah agama yang mudah tapi jangan dimudah-mudahkan, banyak orang berkeluh dimana mereka tidak pernah berhenti berdoa akan tetapi tidak kunjung Allah jawab do’a mereka. Apa yang salah ?. Berdoa bukan saja untuk orang miskin agar menjadi kaya, bukan orang susah untuk jadi bahagia, bukan orang melarat untuk menjadi sukses melainkan untuk semua manusia yang mengakui bahwa semua yang ada didunia ini bukanlah miliknya melainkan hanya titipan Allah semata.

Baca Juga : Allah Tak Akan Mengubah Nasibmu, Jika

 
Kenapa Do’amu belum Allah jawab ?
Semua orang boleh berdoa, semua orang memiliki hak yang sama untuk berdoa namun, tidak semua orang akan Allah jawab doanya. Kenapa ?. Bukankah Allah sudah berfirman dalam Al-Qur’an bahwa “Berdoalah kepadaku, maka aku akan menjawabnya”. Bukankah Allah tidak pernah ingkar janji ? lantas kenapa Allah belum juga menjawab permintaan kita? Apa yang salah?!
Mari kita ulang pelajaran yang sudah pernah kita pelajari, mari kita pahami apa yang sering kita lakukan selama ini sehingga membuat Allah belum menjawab doa kita.
Dalam surat Al-Fatihah ayat ke lima Allah berfirman yanga artinya “ Hanya kepada-Mu lah kami menyembah dan hanya kepada- Mu lah kami meminta bertolongan”. Ayat ini singkat namun memiliki sarat makna di dalamnya. Kita tidak akan membahas asbabun nuzul ayat tersebut tidak juga menafsirkan ayat tersebut secara dalam. Kita akan melihat sekilas dan memikirkan secara logika apakah ini logis atau tidak.
  1. Dalam ayat tersebut duluan  kalimat “Hanya Kepada Allah kita menyembah” baru kemudian “ Hanya kepada Allah kita meminta pertolongan”. Logikanya adalah sembah dulu Allah baru meminta pertolongan kepada-Nya. Apa kita sudah melakukannya ?. Selama ini kita hanya datang kepada Allah ketika kita butuh, ketika kita sedih dan lainnya. Kita jarang sekali mengadu atau mengingat Allah ketika kita sedag senang atau ketika kita sedang dalam keadaan serba mudah, kita lupa mengucap syukur kepada Allah. Mari lihat kembali bagaimana shalat kita, apakah masih tertinggal? Jika masih maka mulai sekarang penuhilah jika ingin do’a kita Allah jawab. Bagaimana dengan puasa kita ? sudahkan kita menunaikan dengan benar ? jika belum maka mulai dari sekarang kerjakanlah dan lakukan dengan benar. Bagaimana dengan zakat kita ? sudahkan kita tunaikan ? jika belum maka mulai dari sekarang tunaikanlah kewajiban zakat kita agar jiwa dan harta kita menjadi suci dan Alah akan menjawab do’a-do’a kita . dan bagaimana dengan ibadah-ibadah kita yang lainnya ? sudahkan kita kerjakan ? kalua belum mulai dari sekarang kerjakanlah setidaknya ibadah yang wajib sambal menunggu sanggup mengerjakan yang Sunnah. Jika kita tidak penuhi dulu kewajiban kita kepada Allah maka jangan harap Allah akan menjawab do’a kita. Bahkan sangat tidak malu kalua kita menyalahkan Allah ketika kita tidak mau melakukan kewajiban kita akan tetapi, kita memaksa Allah untuk menjawab semua do’a kita. Sebagai contohnya adalah katakanlah kita memiliki seorang saudara dimana kita tidak pernah mau membantu dia ketika dia minta, kita tidak pernah menghargai dia dan tidak pernah melakukan silaturrahmi ke rumahnya. Suatu ketika kita datang secara tiba-tiba kerumahnya dan meminta tolong untuk dipinjamkan uang 10 juta. Bagaimana reaksi saudara anda? Atau bagaimana reaksi anda jika anda di posisi saudara anda? Tentu saja saudara anda akan sangat sulit untuk langsung mengabulkan permintaan anda atau bahkan sangat besar kemungkinan saudara anda akan ogah untuk membantu anda. Hal ini terjadi karena hubungan anda dengan saudara anda yang tidak baik. Akan tetapi, jika hubungan anda dengan saudara anda baik sebelumnya dimana anda selalu bisa membantu dia kalua dia perlu, menghargai dia dan selalu menjalin silaturrahmi tentu ketika anda datang untuk meminjamkan uang 10 juta saudara anda akan dengan mudah memberikan kalua dia memilikinya atau kalua dia tidak memiliki uang 10 juta dia akan membantu anda untuk mencari pinjaman. Pada intinya keinginan anda untuk memiliki uang 10 juta akan terwujudkan. Hal serupa ketika kita selalu mengingat Allah, melakukan kewajiban yang Allah perintahkan, selalu bersyukur akan nikmat Allah maka ketika kita meminta tolong Insya Allah akan Allah jawab dengan segera bahkan akan Allah jawab dengan jawaban yang jauh lebih menggembirakan. Oleh karena itu, Sembah Allah dulu, baru meminta kepadaNya agar dia kita segera Allah kabulkan.
  2. Kalimat tersebut terdiri dari kata “Hanya”, dimana dapat kita pahami bahwa hanya kepada Allah lah satu-satunya tempat kita menyembah, mengadu dan hanya kepada Allah juga kita meminta pertolongan. Apakah selama ini sudaj kita lakukan dengan benar ? Jika belum  maka sekarang saatnya kita perbaiki bahwa tidak ada dzat, tidak ada kekuatan yang patuh disembah kecuali Allah. Dan tempat pertama kita mengadu saat kita butuh pertolongan adalah Allah, bukan Allah tempat terakhir. Jangan sekali-kali kita syirik dengan menyembah selain Allah, dan jangan sekali-kali kecilkan Allah dalam hal apapun. Pada hakikatnya semua kekuatan adalah dari Allah, jadi kalau pun kita meminta tolong kepada manusia, jangan lupa bahwa itu juga dari Allah.
Dua pandangan di atas terkait Surat Al-Fathihah ayat kelima sudah sangat jelas kenapa selama ini Allah belum juga menjawab doa kita. Maka perbaiki dulu ibadah kita kepada Allah agar Allah segera menjawab do’a kita. Pada Hakikatnya Allah bukan tidak menjawab do’a kita melainkan Allah ingin kita sebagai hambanya benar-benar mengenal Allah dan tau akan kewajiban kita sebagai manusia, sungguh Allah sangat baik.
Di sisi lain kita melihat ada orang yang ibadahnya belum benar namun Allah berikan hidup yang bahagia kepadanya. Ini kenapa ? tetaplah berprasangka baik, apakah kita yakin ibadahnya dia belum benar ? apakah kita sudah benar-benar melihat dengan mata kita sendiri? Kalau belum maka bisa jadi itu hanya prasangka kita saja, mungkin saja ibadah dia jauh lebih baik dari kita. Ataupun kita sudah benar-benar yakin kalua dia memang tidak mengerjakan ibadah yang menjadi kewajibannya namun, hidupnya Allah mudahkan. Ingatlah setiap pemberian Allah adalah cobaan, bisa jadi Allah beri dia cobaan dengan harta yang banyak sehingga dia lupa akan hidup yang sebenarnya, dia lupa Allah karena hatinya sudah di tutup oleh kemewahan dunia. Maka dari itu tetaplah berprasangka baik kepada Allah.
Jika  alasan kenapa Allah belum menjawab do’amu diatas sudah kamu jalankan dan semua kewajiban kita sudah kita laksanakan maka niscaya Allah akan senantiasa menjawab do’a-do’a kita kapanpun dimanapun dan dalam kondisi bagaimanapun kita,  Allah akan selalu mampu memberikan apa yang hambanya minta, apalagi yang meminta adalah hambaNya yang patuh kepadaNya. Jika juga Allah belum menjawab makan yakinlah Allah lebih tau apa yang kita butuhkan, Allah lebih tau kapan kita butuhkan dan Allah lebih tau bagaimana Allah berikan. Sungguh Allah maha mengetahui atas segala yang terjadi di langit dan di bumi.

1 thought on “Alasan Ini Kenapa Allah Belum Menjawab Do’amu

  1. It’ѕ ɑmazing to pay a quiсk visit this weЬsite and reading
    the vіews of alⅼ colleagues abοut this piece of writing,
    while І am also zealous of getting experience.
    hеlpfսl hints : Herе’s How To Lock Files Like A Рrofessional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *